2. Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid'ah, dan tiap bid'ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim) Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku

Kamis, 28 Maret 2013

http://graphictexts.blogspot.com/search/label/flying%20text%20effect
http://www.picturetopeople.org/tutorials/smoke_text.html

manfaat sperma



MANFAAT SPERMA
Sperma kini tak cuma berfungsi untuk memperoleh keturunan. Penyakit diabetes 1 kini juga bisa diobati dengan sperma yang sudah diubah menjadi insulin. Selain diabetes, sperma juga bisa mengobati penyakit lain.
1. Obat diabetes
Terobosan ini dipelopori oleh para peneliti dari Georgetown University Medical Centre di Washington DC, Amerika Serikat. Saat diuji coba, teknologi ini terbilang sukses dan diharapkan bisa diterapkan juga pada manusia.
Dikutip dari Healthday, Senin (20/12/2010), penggunaan sel penghasil sperma punya kelebihan dibanding mencangkokkan sel pankreas. Sel penghasil sperma diambil dari testis sendiri sehingga tidak ada risiko penolakan seperti pada pencangkokan sel pankreas dari donor.
Selain cukup menjanjikan, terapi ini menjadi heboh karena mengubah fungsi sel penghasil sperma menjadi penghasil insulin. Padahal bicara soal sperma, bukan cuma sel penghasilnya saja yang pernah digunakan dalam terapi melainkan juga cairan spermanya itu sendiri.
2. Obat depresi
Salah satunya terungkap dalam penelitian tahun 2002 yang diterbitkan di tahun yang sama dalam jurnal Archives of Sexual Behavior. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di State University of New York tersebut mengungkap manfaat sperma untuk mengobati depresi pada perempuan.
Manfaat ini diperoleh ketika perempuan yang mengalami depresi bersetubuh dengan pasangannya tanpa kondom dan membiarkan ejakulasi terjadi di dalam Ms V. Diyakini, senyawa tertentu dalam sperma yang hingga kini belum teridentifikasi akan terserap ke pembuluh darah di sekitar vagina dan memberi efek menenangkan.
3. Obat jerawat
Penggunaan lain dari sperma juga pernah diterapkan untuk mengobati jerawat, meski sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan efektivitasnya. Namun secara teori, pengobatan tersebut dinilai cukup masuk akan karena sperma mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk perawatan kulit.
Dikutip dari Bestacnetreatmentstips.com, kandungan nutrisi di dalam sperma yang bisa melawan jerawat adalah Vitamin C. Senyawa ini merupakan antioksidan yang bisa mendetoksifikasi atau menyingkirkan racun-racun dan pengotor yang ada di permukaan kulit.
4. Obat Keriput
Selain itu, adanya kandungan antioksidan juga menjamin bahwa sperma bebas dari radikal bebas penyebab kulit kusam dan cepat keriput. Kandungan yang sama juga bisa ditemukan dalam produk-produk anti penuaan dini yang dijual di pasaran.
Dikutip dari www.healthdetik.com
Artikel Terkait
  1. Fakta Rahasia Kehidupan Sperma
  2. "Sperma" Sembuhkan Diabetes
  3. Jenis Obat yang Mempengaruhi Kesuburan
  4. Bersepeda Bisa Merusak Sperma
  5. Hati-hati, Obat ini Bisa Menurunkan Kualitas Air Mani

http://manfaat.org/khasiat-kulit-manggis
http://manfaat.org/search/sperma+pdf

DARAH TINGGI

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau biasa disebut dengan hipertensi adalah sebuah penyakit yang mungkin bisa berbahaya jika tidak segera dilakukan pencegahan. Penyakit tekanan darah tinggi mungkin sudah biasa terdengar ditelinga kita bahkan hampir kita semua tahu apa itu tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah pada pembuluh darah arteri lebih tinggi dari normal. Pembuluh darah arteri merupakan pembuluh darah yang memompa darah dari jantung keseluruh organ dan jaringan tubuh. Tekanan darah normal adalah berkisar antara 120/70 mmHg, lebih dari itu bisa dikatakan hipertensi. Ada yang mengatakan 130/80 mmHg masih tergolong normal, tergantung referensi yang dipakai.

Hindari Penyebab Tekanan Darah Tinggi Sekarang Juga!

Banyak sekali penyebab tekanan darah tinggi, namun penyebab tekanan darah tinggi yang utama adalah sebagai berikut:
1. Faktor Keturunan
Mungkin anda sudah sering mendengar bahwa jika ada seorang yang memiliki penyakit darah tinggi, maka anak-anaknya akan mengidap penyakit darah tinggi. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Memang, gen atau keturunan merupakan salah satu faktor penyebab tekanan darah tinggi, namun jika sang anak dapat menjaga / mengatur makanan apa saja yang dimakan sehari-hari, maka tekanan darah tinggi dapat dicegah. Hampir semua penyakit berawal dari apa yang kita makan sehari-hari.
2. Usia
Semakin bertambah usia seseorang, maka orang tersebut semakin beresiko untuk mengidap tekanan darah tinggi. Alasannya adalah semakin tua seseorang, maka semakin menurun pula efektifitas organ tubuh, termasuk elastisitas dari pembuluh darah juga menurun sehingga mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Alhasil tekanan darah menjadi meningkat. Hal ini sudah dibuktikan dalam banyak penelitian diluar negeri.
3. Pola Makan
Faktor selanjutnya yang memiliki pengaruh besar pada penyakit hipertensi adalah pola makan. Makanan tinggi kalori, garam, lemak, kolesterol, dan karbohidrat sederhana dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi yang utama, meskipun tidak memiliki kedua faktor diatas. Jika anda termasuk memiliki pola makan seperti ini, sudah saatnya beralih ke pola hidup sehat. Makanlah makanan yang sehat tepat pada porsinya, tidak kurang dan tidak lebih.
4. Obesitas
Masih banyak orang yang beranggapan bahwa gemuk itu sehat. Pendapat ini sama sekali salah dan menjerumuskan. Obesitas atau berat badan berlebih bisa menjadi salah satu faktor penyebab tekanan darah tinggi pada remaja dan wanita. Selain itu obesitas juga dapat menjadi penyebab penyakit berbahaya yang lain. BMI atau body mass index menjadi salah satu acuan standar untuk mengetahui apakah seseorang itu obesitas atau tidak.
5. Stress
Hormon adrenalin dapat meningkat sewaktu kita berfikir terlalu keras atau stress. Jika ini terjadi, maka jantung akan memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah akan meningkat. Biasanya tekanan darah akan menjadi naik dalam satu waktu saja. Stress juga dapat menyebabkan seseorang cenderung makan makanan yang lebih banyak atau juga bisa sebaliknya, bisa tidak memiliki nafsu makan
6. Gender
Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.
7. Kafein, rokok dan alkohol
Kafein dan alkohol bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi. Bagi anda yang suka kopi, rokok atau alkohol, ada baiknya untuk segera meninggalkan kebiasaan buruk tersebut dan ikuti pola hidup sehat.
8. Kurang olahraga
Kurang aktifitas tidak hanya dapat melebarkan lingkar pinggang, tetapi juga beresiko untuk darah tinggi seseorang. Biasanya ini terjadi pada orang yang bekerja di kantoran dan kurang memiliki waktu berolahraga.
9. Sleep Apnea
Penyakit sleep apnea juga dapat menjadi penyebab penyakit darah tinggi. Silahkan menghubungi dokter anda jika mengalami masalah ini.
Para ahli kesehatan menganjurkan untuk segera merubah gaya hidup bagi mereka yang memiliki potensi penyebab tekanan darah tinggi diatas. Khususnya bagi yang telah terindikasi penyakit hipertensi tersebut. Jalan terbaik dan paling sehat adalah melalui makanan, karena semua berawal dari apa yang anda makan akan menentukan apakah anda sehat atau sakit. Hindarilah makanan-makanan penyebab tekanan darah tinggi.
http://www.informasikesehatan.net/4-manfaat-sperma-sebagai-obat/

Rabu, 20 Maret 2013

GOL DARAH

Beberapa Karakter Seseorang Berdasarkan Golongan Darah

5
Diposkan oleh Permathic on Kamis, 09 Februari 2012 , in
Beberapa Karakter Seseorang Berdasarkan Golongan Darah.
Banyak cara bagi kita untuk mengetahui kepribadian seseorang, baik dengan cara mengerjakan beberapa test soal seperti Psikotest atau dengan melihat kebiasaan2 sesorang tiap harinya. Atau juga dengan mengetahui hal – hal apa yang dia sukai. Karena kebiasaan dan hal – hal yang disukai mereka tersebut bisa menentukan karakter mereka. Mengetahui karakter seseorang sangatlah penting. Karena hal tersebut bisa digunakan untuk mempertimbangkan apakah orang tersebut layak  atau tidak menjadi seorang pemimpin. Dan hal tersebut juga bisa digunakan  untuk menjalin persahabatan or menjalin sebuah hubungan agar jauh lebih baik lagi. Ini disebabkan, karena ketika kita tahu watak seseorang, tentu kita akan lebih bisa mengerti bagaimana menyikapi dan menghadapinya. Nah Berikut ini adalah beberapa karakter orang berdasarkan golongan darahnya.


Golongan darah A

  • Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
  • Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa diandalkan dan dipercaya namun keras kepala.
  • Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
  • Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
  • Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
  • Mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
  • Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.
  • Suka mengalah dan ringan tangan
  • Suka membantu siapa saja yang sedang dilanda kesusahan. Sekalipun orang yang ditolongnya baru pertama kali dijumpainya, alias belum dikenal.
  • Orang punya golongan darah A termasuk orang yang tidak  mudah emosi. Meskipun perasaannya sebenarnya tersinggung, tapi tidak diperlihatkannya. Kecuali jika dianggapnya sudah keterlaluan, maka emosinya bisa tidak  terkendali.Tapi namanya juga manusia, tetap punya kelemahan.
Golongan darah B
  • Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
  • Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
  • Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang dikerjakannya.
  • Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
  • Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada di dalam diri mereka.
  • Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.
  • Otaknya cerdas, sifatnya periang dan rasa humornya tinggi. Suka banget ngobrol, bahkan kalau sudah ketemu orang yang dianggapnya cocok, betah ngobrol sampai berjam-jam lamanya.
  • Orang yang memiliki golongan darah B termasuk orang yang mudah bergaul. Sahabatnya ada di mana-mana. Sikapnya selalu optimis dan jika sudah mengambil keputusan, sulit sekali diubah. Pendiriannya yang keras itulah yang menjadikannya sering meraih sukses.
  • Kelemahan dari orang yang memiliki golongan darah B adalah kurang hati-hati. Suka pamer dan suka dipuji. Bicaranya terkadang seperti nggak pakai kontrol. Nggak jarang sering membuat lawan bicaranya tersinggung.
Golongan darah O
  • Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
  • Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
  • Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
  • Mereka biasanya dicintai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
  • Di lain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
  • Mereka cenderung mudah dipengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat
  • Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini dicintai.
  • Rasa percaya dirinya oke. Pendiriannya kuat dan nggak mudah goyah. Apa yang sudah menjadi keputusannya, nggak bisa diubah dengan bujuk rayu. Tapi tidak menutup kemungkinan keputusannya itu bisa diubahnya, hanya dengan teori serta didukung alasan kuat dan masuk akal.Tapi jangan khawtir atau ragu dengan keputusan yang diambilnya. Soalnya, setiap keputusan yang diambilnya, itu merupakan hasil pemikirannya yang matang. Mengingat orang yang memiliki golongan darah O ini bijaksana.Sikap bijaksananya itulah yang membawanya tidak mudah terpengaruh pada lingkungan pergaulan yang buruk.
Gologan darah AB
  • Orang yang di dalam tubuhnya mengalir golongan darah AB punya watak yang lain dari yang lain. Kalau boleh disebut, perangainya sangat istimewa yang merupakan gabungan watak atau sifat golongan darah A dan B. Begitu istimewanya, sampai-sampai isi hatinya sulit sekali ditebak, apalagi jalan pikirannya.
  • Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
  • Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
  • Di samping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
  • Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
  • Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.
Nah ,. Itulah beberapa karakter seseorang berdasarkan golongan darahnya. Namun alangkah jauh lebih bijak jika kita menilai seseorang tidak hanya dari golongan darahnya saja. Karena belum tentu 100% tepat. Untuk itu kita perlu menilainya dari berbagai sisi. Sehingga penilaiannya akan jauh lebih akurat.

Ciri Sifat Seorang Pemimpin

7 Ciri Sifat Seorang Pemimpin


7  Ciri Sifat Seorang Pemimpin
Pada dasarnya kita terlahir sebagai seorang pemimpin. Namun terkadang kita tidak sadar dan tidak tahu bahwa sebenarnya kita memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Dan alangkah lebih baik kita bisa mengetahui potensi tersebut. Karena potensi tersebut bisa di asah dan ditingkatkan. Atau justru bisa juga potensi itu akan menurun dan hilang. Lalu bagaimana cara kita agar tahu apakan kita memilki ciri- ciri/ potensi seorang pemimpin ?. Untuk itu Cobalah simak ciri-ciri pemimpin luar biasa berikut ini, siapa tau itu ada pada diri anda:



Ciri – Ciri Seorang Pemimpin :

1.    Bertanggung Jawab
Biasanya seorang pemimpin memiliki rasa tanggung jawab yang besar di dalam dirinya. Karena dia merasa bahwa apa yang telah diamanahkan kepadanya adalah sebuah tanggung jawab yang harus di dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan ia akan merasa bersalah jika amanah tersebut di tak dilaksanalkan.

2.    Optimisme
Seorang pemimpin akan memandang masa depan adalah suatu kebaikan bagi dirinya dan orang lain. Dan ia yakin bahwa masa depan jauh akan lebih baik. Orang yang memiliki sifat optimisme akan sangat mempengaruhi lingkungannya. Dan bisa mengajak lingkungannya. Sebab orang-orang akan mau mengikuti seseorang  yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik dan  mereka dapat mencapai tempat itu.

3.     Integritas
Integritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang Anda katakan dengan Anda lakukan. Jadi Integritas bukan omong kosong atau Bukan Bualan. Integritas membuat Anda dapat dipercaya. Integritas membuat orang lain mengandalkan Anda. Integritas adalah penepatan janji-janji Anda. Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti Anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa Anda akan membawa mereka kepada tujuan yang Anda janjikan.


4.     Menyukai perubahan
Pemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka  sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika Anda tidak berubah, Anda takkan berkembang. Itulah pola pikir seorang pemimpin yang menyukai perubahan.

5.    Ulet dan pantang Menyerah
Kecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, “Jika Anda gagal di langkah pertama, menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain.” Jelas saja mereka melakukan itu, karena mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang lain untuk terus berusaha. Dan jelas seorang tidak akan menyerah begitu saja. Ia tidak gentar dengan apa yang ia hadapi.

6.     Berani menghadapi resiko
Kebanyakan orang menghindari resiko. Padahal, kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita harus siap menghadapi resiko dan tidak takut gagal. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Sifat berani tersebut membuat ia selalu memanadang setiap kejadian adalah peluang dan kesempatan.

7.    Berdedikasi dan komit
Para pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan komitmen ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan.
Bagaimana ? dari ciri – ciri di atas, apakah salah satunya ada pada diri anda ? jika Anda seorang pemimpin dan belum memiliki ciri-ciri tersebut, tak ada salahnya perbaruilah diri Anda dengan

SEMUT



1.    Semut selalu bekerja sama.
Coba anda perhatikan cara kerja semut, mulai mengangkat sebutir nasi hingga memakannya.Mereka selalu bekerja sama.Sebutir nasi yang cukup berat bagi semut,diangkat beramai-ramai ketempat mereka.Begitu seterusnya hingga butiran nasi yang mereka angkut mencukupi kebutuhan mereka.Kemudian mereka akan menyantapnya pula bersama-sama.

2.    Semut saling peduli
Kebiasaan semut yang saling bersentuhan  mungkin dalam bahasa manusia tegur,salam dan sapa) jika bertemu menandakan semut memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi.Alangkah indahnya jika setiap manusia meneladani  kebiasaan mereka,tentu dunia akan diliputi kedamaian,cinta kasih dan peduli terhadap mereka yang membutuhkan perhatian.

3.  Semut tidak pernah menyerah
Jika anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah semut,mereka selalu akan mencari jalan lain.Mereka akan memanjat, menerobos kebawah atau mengelilinginya. mereka terus mencari jalan keluar. Bagi kita tentunya menjadi penyemangat agar kita tidak mudah putus asa dan selalu berusaha pantang menyerah untuk mewujudkan semua mimpi kita.

4.  Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin
Ini adalah cara pandang yang penting. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka pada pertengahan musim panas , Sebab penting bagi kita untuk berfikir realistis. Pada musim panas anda harus memikirkan halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu anda menikmati pasir dan sinar matahari. Berfikirlah kedepan, seperti halnya “sedia payung sebelum hujan”. 

Banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari sekitar kita,. Semoga pelajaran dari semut tersebut dapat menjadikan kita jauh lebih bijak lagi. Sumber Referensi

KARAKTER

Cara Mengetahui Karakter / Sifat Seseorang Berdasarkan Bentuk Yang di Sukai

5
Diposkan oleh Permathic on Sabtu, 12 Mei 2012 , in ,
Cara Mengetahui Karakter / Sifat Seseorang Berdasarkan Bentuk Yang di Sukai - 
Wah,. Kali ini Permathic blog akan mencoba lagi untuk memposting artikel tentang cara mengetahui karakter seseorang. Karena hal ini sangat menarik untuk dibahas. Saya pernah mengatakan bahwa untuk mengetahui karakter seseorang ada banyak cara, adapun beberapa cara tersebut pernah permathic publish. Yaitu mengetahui karakter seseorang berdasarkan warna favorit dan golongan darah. Nah untuk kesempatan kali ini permathic akan memberikan cara mengetahui karakter seseorang berdasarkan Bentuk yang di sukai ? Bentuk ?? maksudnya.... ?? bentuk apa ? pasti anda masih bingung  dan bertanya tanya, maksud dari bentuk disini itu apa....  Jadi ternyata orang yang menyukai bentuk seperti persegi, segitiga, bulat dan lain lain. Bisa kita ketahui karakternya berdasarkan bentuk yang ia suka tersebut. ok dari pada anda semakin bingung, langsung saja kita menuju TKP.

Cara Mengetahui Karakter / Sifat Seseorang Berdasarkan Bentuk Yang di Sukai

1. Segitiga
Orang- Orang ini, cenderung memiliki kepribadian terstruktur, Arah yang jelas, dan rencana – rencana hidup yang matang. Mampu memimpindan tenang dalam bersikap.

2. Bulat

Orang – orang ini, Cenderung beorientasi seksual, dan melakukan hal – hal tidak berguna

3. Persegi

Orang – orang ini, Cenderung memiliki semangat yang kuat. Berambisi, Sering melakukan target – target besar, menciptakan hal – hal baru dan semaksimal mungkin melakukan yang terbaik

4. Star

Orang Orang ini, Cenderung berfikir besar, pantang menyerah, senang dengan pujian, dan menghargai waktu.


Tapi perlu diingat hasil diatas belum tentu 100% akurat, perlu adanya penilaian dari sisi – sisi lain agar lebih akurat.

Cara Mengobati Penyakit Maag Secara Alami

Cara Mengobati Penyakit Maag Secara Alami

21
Diposkan oleh Permathic on Selasa, 19 Juni 2012 , in , ,
Cara Mengatasi Penyakit Maag Secara Tradisional - Seseorang yang sedang mengalami gangguan lambung pasti hidupnya terasa terganggu, sebab jika anda telat makan lambung akan terasa perih, begitu pula jika kebanyakan makan,.. perut pun akan terasa sakit dan perih. ( jadi serba salah ) Hehehe.. seperti saya ini ! apalagi jika di pagi hari ketika baru bangun tidur, perut terasa perih dan terkadang diiringi rasa mual. Namun saya juga belum memastikan kedokter sih.. apakah saya terkena penyakit maag atau tidak. Yang jelas penyakit maag sangat mengganggu rutinitas kita. Ya walaupun sebenarnya penyakit maag bisa timbul karena pola hidup kita yang kurang sehat terutama pada pola makan. Tapi jangan khawatir, setiap penyakit pasti ada obatnya , tergantung kiat mau atau tidak untuk sembuh dari penyakit tersebut. Akan tetapi jauh lebih baik jika kita mengenali terlebih dahulu ciri – ciri penyakit maag.


Ciri – Ciri Penyakit Maag

  • Sakit saat buang air besar
  • Mual dan muntah
  • Sering merasa lapar
  • Perut kembung
  • Nyeri yang luar biasa di perut
Cara Mengatasi Penyakit Maag Secara Alami

Untuk mengobati penyakit maag ada beberapa ramuan tradisioanal yang bisa ada coba di antaranya :

Cara 1
  • Bahannya : – 8 lembar daun Jambu Biji yang masih segar
  • Cara membuatnya : Direbus dengan 1,5 litere air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya.
  • Cara menggunakannya : Diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore hari.

Cara 2
  • Siapkan 2 jari tangan kunyit cuci hingga bersih.
  • Kunyit diparut dan ditambah air matang.
  • Diperas melalui kain bersih.
  • Hasil perasan didiamkan dan diambil air beningnya, atau bisa juga langsung diminum.
  • Minum 2 kali sehari pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.

Cara 3
  • Siapkan kunyit 2 jari telunjuk sesuaikan saja dengan jumlah kebutuhan
  • Parut kunyit tersebut.
  • Masak dengan air 2 Gelas hingga tersisa 1 gelas atau sesuaikan dengan kebutuhan dengan perbandingan 2:1.
  • Saring dan dinginkan air kunyit tersebut.
  • Minum 2 kali sehari pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.
  • lebih baik lagi ditambah dengan madu murni.

JARINGAN IBLIS LIBERAL



[-Melawan Fitnah-]
JARINGAN IBLIS LIBERAL
Kompilasi ke CHM: pakdenono 2006  :: wewewepakdenonodotkom ::

 

Melihat Wajah Barat dan 'Copy-paste' nya?
Oleh : Erros Jafar 06 Jul, 05 - 12:40 am

Wajah asli peradaban Barat merupakan ramuan dari unsur-unsur Yunani Kuno, Kristen, dan tradisi paganisme Eropa. Meski Barat telah sekular-liberal, sentimen keagamaan Kristen terus mewarnai.

Ada buku menarik yang perlu anda baca minggu-minggu ini. Buku itu berjudul, "Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Liberalisme-Sekularisme", karya saudara Adian Husaini. Setidaknya, ini adalah buku penting yang bisa anda jadikan pegangan untuk melihat wajah asli Barat beserta 'copy-paste' nya sekarang ini.

Sebagaimana bisa disimak dalam buku ini, peradaban Barat sejatinya merupakan ramuan dari unsur-unsur Yunani Kuno, Kristen, dan tradisi paganisme Eropa.

Meskipun Barat telah menjadi sekular-liberal, namun sentimen-sentimen keagamaan Kristen terus mewarnai kehidupan mereka. Jika dalam masa kolonialisme klasik mereka mengusung jargon “Gold, Gospel, dan Glory”, maka di era modern, dalam beberapa hal, semboyan itu tidak berubah.

Jika dianalisis secara mendalam, serbuan AS terhadap Irak tahun 2003 dan dukungannya yang terus-menerus terhadap Israel, juga tidak terlepas dari unsur “Gold, Gospel, dan Glory”.

Meskipun berbeda dalam banyak hal, unsur-unsur Barat sekular-liberal kadang bisa bertemu dengan kepentingan “misi Kristen”, atau “sentimen Kristen.”

Di masa klasik dulu, seorang misonaris legendaris Henry Martyn, menyatakan, “Saya datang menemui umat Islam, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan pasukan tapi dengan akal sehat, tidak dengan kebencian tapi dengan cinta.” Ia berpendapat, bahwa Perang Salib telah gagal.

Karena itu, untuk “menaklukkan” dunia Islam, dia mengajukan resep: gunakan “kata, logika, dan cinta”. Bukan kekuatan senjata atau kekerasan. Misionaris lainnya, Raymond Lull, juga menyatakan hal senada, “Kulihat banyak ksatria pergi ke Tanah Suci di seberang lautan; dan
kupikir mereka akan merebutnya dengan kekuatan senjata; tapi akhirnya semua hancur sebelum mereka mendapatkan apa yang tadinya ingin mereka rebut.”

Menurut Eugene Stock, mantan sekretaris editor di “Church Missionary Society”, tidak ada figur yang lebih heroik dalam sejarah Kristen dibandingkan Raymond Lull. Lull, kata Stock, adalah “misionaris pertama bahkan terhebat bagi kaum Mohammedans”.

Itulah resep Lull, Islam tidak dapat ditaklukkan dengan “darah dan air mata”, tetapi dengan “cinta kasih” dan doa.

Bagi para misionaris Kristen ini, mengkristenkan kaum Muslim adalah satu keharusan. Jika tidak, maka dunia pun akan diislamkan. Dalam laporan tentang “Centenary Conference on the Protestant Missions of the World” di London tahun 1888, tercatat ucapan Dr. George F. Post, “Kita harus menghadapi Pan-Islamisme dengan Pan-Evangelisme. Ini pertarungan hidup dan mati.”

Selanjutnya, dia berpidato: “..kita harus masuk ke Arabia; kita harus masuk ke Sudan; kita harus masuk ke Asia Tengah; dan kita harus meng-Kristenkan orang-orang ini atau mereka akan berbaris melewati gurun-gurun pasir mereka, dan mereka akan mereka akan menyapu seperti api yang melahap ke-Kristenan kita dan menghancurkannya.

Ringkasnya, misionaris ini menyatakan: Kristenkan orang Islam, atau mereka akan mengganyang Kristen!”

Kekuatan “kata” yang dipadu dengan “kasih” seperti yang diungkapkan Henry Martyn perlu mendapat catatan serius. Konon, “orang Jawa” – sebagaimana huruf Jawa -- akan mati jika “dipangku”.

Jika seseorang dibantu, dibiayai, diberi perhatian yang besar (kasih), maka hatinya akan luluh. Pendapatnya bisa goyah. Bisa, tapi tidak selalu.

Simaklah kasus Ahmad Wahib dan Nurcholish Madjid, bagaimana pemikiran dan keyakinan mereka berubah. Simaklah, sebagaimana dipaparkan dalam buku ini, bagaimana kekuatan ide “freedom” dan “liberalisme” mampu menggulung sebuah imperium besar bernama Turki Utsmani.

Ketika kaum Muslim tidak lagi memahami Islam dengan baik, tidak meyakini Islam, dan menderita penyakit mental minder terhadap peradaban Barat, maka yang terjadi kemudian adalah upaya imitasi terhadap apa saja yang dikaguminya. Abdullah Cevdet, seorang tokoh Gerakan Turki Muda menyatakan, “Yang ada hanya satu peradaban, dan itu adalah peradaban Eropa.

Karena itu, kita harus meminjam peradaban Barat, baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus.”

Sekularisme dan liberalisme di Barat telah memukau banyak umat manusia. Gerakan pembebasan (Liberation movement) di berbagai dunia mendapat inspirasi kuat dari dua peristiwa besar, yaitu “Revolusi Perancis” dan “kemerdekaan AS”. A New Encyclopedia of Freemasonry (1996), mencatat bahwa George Washington, Thomas Jefferson, John Hancock, Benjamin Franklin adalah para aktivis Free Masonry.

Begitu juga tokoh gerakan pembebasan Amerika Latin Simon Bolivar dan Jose Rigal di Filipina. Ide pokok Freemasonry adalah “Liberty, Equality, and Fraternity”.

Di bawah jargon inilah, jutaan orang “tertarik” untuk melakukan apa yang disebut sebagai “kemerdekaan abadi semua bangsa dari tirani politik dan agama”. Dalam Revolusi Perancis, jargon Freemasonry itu juga menjadi jargon resmi.

Dalam konteks Utsmani ketika itu, Sultan Abdulhamid II diposisikan sebagai “kekuatan tiran”. Dalam konteks gerakan pembebasan pemikiran, tampaknya, yang diposisikan sebagai “ecclesiastical tyranny” adalah “teks-teks Al-Quran dan Sunnah”, juga khazanah-khazanah Islam klasik karya para ulama Islam terkemuka.

Perlu ditelusuri lebih jauh, seberapa jauh hubungan antara gerakan liberal dalam konteks pemikiran Islam dengan gerakan Freemasonry. Rene Guenon, guru dari Frithjof Schuon, (pelopor gagasan pluralisme), misalnya, adalah aktivis Freemasonry.

Adakah misalnya pengaruh aktivitas Afghani di Freemasonry dengan pemikiran Abduh atau tafsir al-Manarnya Rasyid Ridla? Masih perlu diteliti. Yang jelas, jargon-jargon pembebasan dari “teks”, dekonstruksi tafsir Quran (lalu menggantinya dengan metode hermenuetika yang banyak digunakan dalam tradisi Bible), dan sebagainya, cukup sering terungkap.

Kekuatan “kata” dan “kasih” terbukti ampuh dalam sejarah dalam menggulung kekuatan-kekuatan Islam, yang biasanya disimbolkan dengan ungkapan-ungkapan tidak simpatik, seperti “ortodoks”, “beku”, dan “berorientasi masa lalu”, “emosional”.

Sejarah menunjukkan, kolaborasi cendekiawan Turki, Kristen Eropa, dan Zionis Yahudi berhasil menggulung Turki Utsmani. Ironisnya, dua dari empat orang yang menyerahkan surat pemecatan Sultan Abdulhamid II pada 1909, adalah non-Muslim. Salah satunya, Emmanuel Karasu (tokoh Yahudi).

Pada zaman kelahiran kembali (Renaissance) Barat dan zaman Reformasi (Reformation) Barat, pencitraan buruk terus berlanjut. Marlowes Tamburlaine menuduh al-Quran sebagai “karya setan”. Martin Luther menganggap Muhammad sebagai orang jahat dan mengutuknya sebagai anak setan.

Pada zaman Pencerahan Barat, Voltaire menganggap Muhammad sebagai fanatik, ekstremis, dan pendusta yang paling canggih. Biografi Rasulullah Saw beserta al-Quran terus menjadi target. Snouck Hurgronje mengatakan: "Pada zaman skeptik kita ini, sangat sedikit sekali yang di atas kritik, dan suatu hari nanti kita mungkin mengharapkan untuk mendengar bahwa Muhammad tidak pernah ada.”

Harapan Hurgronje ini selanjutnya terealisasikan dalam pemikiran Klimovich, yang menulis sebuah artikel diterbitkan pada tahun 1930 dengan berjudul "Did Muhammad Exist?" Dalam artikel tersebut, Klimovich menyimpulkan bahwa semua sumber informasi tentang kehidupan Muhammad adalah buatan belaka. Muhammad adalah “fiksi yang wajib” karena selalu ada asumsi “setiap agama harus mempunyai pendiri”. Sikap para orientalis seperti itu tidak bisa disederhanakan kategorisasinya menjadi orientalis klasik yang berbeda dengan orientalis kontemporer.

Orientalis kontemporer tetap mengusung gagasan orientalis klasik sekalipun dengan kadar, cara dan strategi yang berbeda. Intinya sama saja yaitu mengingkari kenabian Muhammad dan kebenaran al-Quran.

Penolakan seperti itu adalah loci communes (common places) dalam pemikiran para orientalis. Ini bisa dimengerti karena eksistensi agama mereka tergugat dengan munculnya Islam. Karena hal ini juga, wajar jika kajian mereka kepada Rasulullah Saw dan al-Quran tidak dibangun dari keimanan, sebagaimana sikap seorang Muslim.

Para orientalis yang mengkaji bidang teologi dan filsafat Islam sejak D.B. MacDonald, Alfred
Gullimaune, Montgomery Watt, atau sebelumnya hingga Majid Fakhry, Henry Corbin, Michael Frank, Richard J. McCarthy, Harry A. Wolfson, Shlomo Pines, dan lain-lain mempunyai framework yang hampir sama.

Di antara asumsi yang umum mereka pegang erat-erat adalah bahwa filsafat, sains, dan hal-hal yang rasional tidak ada akarnya dalam Islam. Islam hanyalah "carbon copy" dari pemikiran Yunani.

Padahal diskursus filsafat di Ionia tidak ada apa-apanya dibandingkan wacana yang bersifat metafisis pada awal tradisi pemikiran Islam yang berkembang di zaman Nabi dan sahabat. Artinya para orientalis tidak mau mengakui bahwa pandangan hidup Islam adalah unsur utama berkembangnya peradaban Islam.

Buku ini merupakan salah satu karya terbaik Adian Husaini. Studi Doktornya di ISTAC-IIUM, makin menambah kedalaman pemikiran Adian dalam membedah “kulit dan jeroan” Peradaban Barat. Tidak heran, bila buku dengan cover berwajah klasik ini, sarat dengan referensi-referensi ilmiah baik karya ilmuwan klasik maupun kontemporer.

Karena itu buku ini sangat layak dijadikan referensi dalam meneropong tingkah laku kebijakan dan politik Barat di dunia saat ini. Sehingga kita tidak terperosok jauh mengambil dan memuja Barat dalam segala hal.

Pemikiran Barat tentu tidak semuanya kita tolak mentah-mentah. Ada hal-hal yang baik, misalnya dalam hal sains dan teknologi, yang bisa kita ambil dari Barat.

Akhirnya kita ingat kata-kata Sayid Qutb adopsi pemikiran : "Dalam bidang ekonomi, seseorang tidak boleh memaksakan diri berutang sebelum ia meninjau terlebih dahulu kekayaan yang dimilikinya, masih cukupkah atau memang tidak mencukupi. Demikian pula halnya dengan negara, suatu negara tidak boleh mengimpor barang dari negara lain sebelum ia meninjau kekayaan yang dimilikinya, dan juga kemampuan yang ada padanya…

Becermin dari hal ini, kita bisa bertanya, 'Tidakkah kekayaan jiwa, kekayaan pemikiran, dan kekayaan hati itu bisa dibangun, sebagaimana halnya dengan kekayaan material yang ada pada diri manusia?'

Pasti dapat! Apalagi kita yang berada di Mesir, dan yang berada di negara-negara Islam. Kekayaan dan modal semangat serta konsep kita belum akan ambruk sepanjang kita tidak berpikir untuk mengimpor prinsip-prinsip dan ideologi, serta meminjam sistem dan aturan dari negara-negara di balik awan dan di seberang lautan."

Walhasil, pembahasan Barat oleh Adian dalam buku ini cukup lengkap, mulai dari siapa yang disebut Barat, pandangan Barat terhadap agama, perselingkuhan Barat dengan zionisme, pandangan Barat terhadap Islam-fundamenlisme--terorisme, benturan peradaban, invasi Barat dalam pemikiran Islam dan the end of the West. (ghazali nahdia izzadina/Hidayatullah).

RESENSI


Dari Peluncuran Buku 'Wajah Peradaban Barat': Invansi Barat Hancurkan Peradaban Islam


Setelah sekian lama Barat mencampakkan agama (Kristen-Katholik) jauh dari percaturan kehidupan (politik, sosial, budaya dan sebagainya), akhir-akhir ini Barat mulai 'sadar' atas kekeliruannya memeluk sekularisme dan liberalisme sebagai pedoman hidup mereka.

Menurut peneliti sosiologi politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Yudi Latif, arus balik ini ditandai dengan lahirnya gerakan-gerakan neofundamentalis dan neokonservatif di negara-negara Barat, seperi Jerman, Prancis, Belanda. Bahkan gejala ini juga marak di jantung peradaban Barat, Amerika Serikat (AS).

"Ada arus balik di Barat. Di AS ada trend desekularisasi. Mereka ingin kembali ke gereja," ujar Yudi saat menjadi pembahas peluncuran buku karya kandidat doktor program Islamic Civilazation di International Institute of Islamic Thought and Civilization International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) Adian Husaini yang berjudul "Wajah Peradaban Barat", di Istora Senayan, Jakarta, Jum'at (1/7).

Tanda-tanda desekularisasi itu juga dapat dikenali dengan kemenangan-kemenangan partai-partai berbasis agama. Partai Kristen hampir menguasai negara-negara Eropa yang punya pengaruh kuat di Barat maupun di dunia internasional, sebut saja misalnya, Perancis, Jerman dan Italia.

Padahal, lanjut Pembantu Rektor III Universitas Paramadina itu, sejak abad XVIII sampai awal abad XXI, Barat dalam kungkungan hegemoni sekularisme dan liberalisme. Pada masa inilah Barat mengklaim diri sebagai sumber kehormatan dan kemajuan.

Dan pada saat itu pula umat Islam dipecah-pecah kekuatannya melalui mesin imperalisme dan kolonialisme Barat. "Mereka datang ke negeri-negeri Islam bukan hanya memburu golden (kekayaan) tapi juga mengajarkan gospel (Injil)," terangnya. Lebih dari itu para imperalis itu juga mengkotak-kotak wilayah-wilayah negara-negara Islam. Dan mereka berhasil.

"Di masa inilah banyak masjid dan rumah orang Islam di bakar. Indonesia juga mengalami teritorialisasi," sambungnya. Padahal, sebelum itu, Muslim Indonesia, Malaysia, Mesir, Arab Saudi, Thailand, Singapura sehari-harinya mereka berbicara dengan bahasa yang sama ketika berada di Mesir. Tapi lantaran ulah adu domba bangsa-bangsa Eropa itu maka umat Islam terpecah belah. Kaum muslimin tak lagi menjadi "Global Islamic Community," imbuhnya.

Adian sendiri dalam bukunya berpendapat, pada masa jaya-jayanya sekularisme dan liberalisme, Barat pun menghina dan melecehkan Islam. "Martin Luther menuduh Nabi Muhammad sebgai orang jahat dan mengutuknya sebagai anak setan, Voltaire menganggapnya sebagai orang fanatik dan ektrimis," ujarnya.

Selain, dua nama itu masih ada ratusan inteletual Barat yang mencela Al-Qur'an, Nabi Muhammad, Islam dan umat Islam itu sendiri. Sebut saja mislnya, Snouck Hurgronje, Rene Guenon, Eugene Stock, George F. Post dan lain-lainnya.

"Bagi para misionaris Kristen ini, mengkristenkan kaum muslimin adalah suatu keharusan," terang Adian yang juga mendapatkan master ilmu politik dari Universitas Jayabaya itu.

Karena itu pula tidak aneh jika George F. Post dalam acara Centenary Conference on the Protestant Missions of the Word menyatakan, "Kita harus menghadapi Pan-Islamisme dengan Pan-Evaneglisme. Ini pertarungan hidup dan mati."

Menurut Adian, dengan memahami Barat dengan baik maka akan mudah membantu kita dalam memahami problema yang muncul di kalangan kaum muslimin, yang memang disebabkan oleh invasi peradaban Barat dalam pemikiran dan peradaban Islam. (sdn/eramuslim)
 
::BACK TO HOME::
 
 

PUASA ROMADON

38 Kesalahan Seputar Puasa Ramadhan

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi terakhir beserta keluarga dan para sahabatnya.

Orang sering menyangka bahwa puasa Ramadhan yang ia lakukan sudah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, namun kadang ada beberapa hal yang tidak disadarinya bahwa apa yang dilakukannya atau diyakininya ternyata merupakan kesalahan yang dapat mengurangi nilai puasanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala . Berikut beberapa kesalahan yang terjadi dan menyebar di kalangan kaum muslimin dalam berpuasa Ramadhan agar dapat menjadi nasihat dan bekal kita membetulkan kekeliruan yang selama ini terjadi. Kita memohon kepada Allah ta’ala agar menjadikan tulisan ini bermanfaat. Maha suci Allah, sebaik dan seagung Dzat yang dimintai dan ditujukan harapan


Berikut beberapa kesalahan tersebut tsb:

1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Tidaklah tepat ada yang meyakini bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan (balimau) Menyambut Ramadhan

Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Ilmu Hisab/Ilmu Falaq

Hal ini merupakan suatu kesalahan besar dan sangat bertolak belakang dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan,

Maka barang siapa dari kalian yang menyaksikan bulan, maka hendaknya ia berpuasa.” [ Al-Baqarah: 185 ]

Dan juga dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Umar dan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum riwayat Bukhary -Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمُ الِهلاَلَ فَصُوْمُوْا وَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَأَفْطِرُوْا

Apabila kalian melihat hilal (bulan sabit) maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya maka berbukalah.

Ayat dan hadits di atas sangatlah jelas menunjukkan bahwa masuknya Ramadhan terkait dengan melihat atau menyaksikan hilal dan tidak dikaitkan dengan menghitung, menjumlah dan cara-cara yang lainnya. Kemudian perintah untuk berpuasa dikaitkan dengan syarat melihat hilal. Hal ini menunjukkan wajibnya penentuan masuknya bulan Ramadhan dengan melihat hilal tersebut.

Berkata Al-Bajy ketika membantah orang yang membolehkan menggunakan ilmu Falaq dan ilmu Hisab, “Sesungguhnya kesepakatan para salaf sudah merupakan hujjah (bantahan) atas mereka.” Lihat Subulus Salam 2/242.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا

Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula mengenal hisab. Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Bazizah mengatakan,”Madzhab ini (yang menetapkan awal ramadhan dengan hisab) adalah madzhab bathil dan syari’at ini telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal ramadhan, pen) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini kecuali sedikit sekali.” (Fathul Baari, 6/156)

4. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّهْرَ بِيَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَبْلَهُ فَلْيَصُمْهُ

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Nasa’i)
Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan. Dan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, pen).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)

Berkata Imam Ash-Shan’any dalam Subulus Salam 2/239, “Ini menunjukkan haramnya berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka untuk ikhtiyath (berjaga-jaga).”

Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bary (4/160), “… karena menentukan puasa haruslah dengan hilal, tidak sebaliknya -yakni dengan dugaan- ….”

Berkata Imam At-Tirmidzy setelah meriwayatkan hadits di atas 3/364 ( Tuhfatul Ahwadzy ), “ Para ulama menganggap makruh (haram-ed.) seseorang mempercepat puasa sebelum masuknya bulan Ramadhan ….”

Berkata Imam An-Nawawy, “Hukum berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan adalah haram apabila bukan karena kebiasaan puasa sunnah.” Lihat Syarh Shahîh Muslim 7/158.

Maka bisa disimpulkan haramnya puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan dalam rangka ihtiyath. Adapun kalau ia mempunyai kebiasaan berpuasa, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud, lalu bertepatan dengan sehari atau dua hari sebelum Ramadhan, maka itu tidak apa-apa. Wallahu A’lam.

5. Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin”

Perkara melafazhkan niat merupakan bid’ah (hal baru) yang sesat dalam agama dan tidak disyariatkan karena beberapa hal:

  • Tidak ada sama sekali contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam dan para shahabatnya. 
  • Bertentangan dengan makna niat secara bahasa yaitu bermakna maksud dan keinginan. Dan maksud dan keinginan ini letaknya di dalam hati.
  • Menyelisihi kesepakatan seluruh ulama bahwa niat letaknya di dalam hati.
  • Melafazhkan niat menunjukkan kurangnya tuntunan agama karena melafazhkan niat itu adalah bid’ah.
  • Melafazhkan niat menunjukkan kurangnya akal, seperti orang yang ingin makan lalu ia berkata, “ Saya berniat meletakkan tanganku ini ke dalam bejana, lalu saya mengambil makanan, kemudian saya telan dengan niat supaya saya kenyang ” .

An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan,

لا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍَ

“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah)

Demikianlah, melafazhkan niat ini dianggap bid’ah oleh banyak ulama yakni Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Abu Rabi’ Sulaiman bin ‘Umar Asy-Syafi’iy, Alauddin Al-Aththar dan lain-lain.

Maka siapa yang berpuasa hendaknya berniat di dalam hati dan tidak melafazhkannya.

Lihat Majmu’ Al-Fatawa 18/263-264 dan 22/238, Syarhul ‘Umdah 2/290-291 karya Ibnu Taimiyyah, Zadul Ma’ad 1/201 karya Ibnul Qayyim dan Qawa’id Wa Fawaid Minal ‘Arbain An-Nawawiyah hal 31-32.

6. Membangunkan Sahur ... Sahur

Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh. Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahukan pada kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur. Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan sahur ... sahur .... baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu. Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini. Jadi, hendaklah yang dilakukan adalah melaksanakan dua kali adzan. Adzan pertama untuk menunjukkan masih dibolehkannya makan dan minum. Adzan kedua untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu memiliki nasehat yang indah, “Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian.”(Lihat pembahasan at tashiir di Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 334-336)

7. Meninggalkan Makan Sahur


Meninggalkan makan sahur merupakan kesalahan serta menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam dan kesepakatan para ulama tentang disunnahkannya makan sahur.

Kesepakatan para ulama ini dinukil oleh Ibnul Mundzir, Imam Nawawy, Ibnul Mulaqqin dan lain-lainnya. Lihat Syarh Muslim 7/206, Al I’lam 5/188 dan Fathul Bary 4/139.

Dalil yang menunjukkan sunnahnya makan sahur banyak sekali, di antaranya hadits Anas bin Malik riwayat Bukhary-Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

Makan sahurlah kalian karena pada makanan sahur itu ada berkah.”

Berkah yang disebutkan dalam hadits ini adalah umum mencakup berkah dalam perkara-perkara dunia maupun perkara-perkara akhirat, dan berkah tersebut bermacam-macam, di antaranya:

-Mendapatkan pahala dengan mengikuti sunnah.
-Menyelisihi orang-orang kafir dari Ahlul Kitab, sebagaimana dalam Shahîh Muslim , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكَلَةُ السَّحُوْرِ

Perbedaan antara puasa kami dan puasa orang-orang Ahlul Kitab adalah makan sahur.”

-Menambah kekuatan dan semangat, khususnya bagi anak-anak kecil yang ingin dilatih berpuasa.
-Bisa menjadi sebab dzikir kepada Allah, berdoa dan meminta rahmat, sebab waktu sahur masih termasuk sepertiga malam terakhir yang merupakan salah satu tempat doa yang makbul.
-Menghadirkan niatnya apabila dia lupa sebelumnya.

Lihat Al I’lam 5/187 dan Fathul Bary 4/140.

8. Mempercepat Makan Sahur dan mengakhirkan berbuka puasa

Hal ini tentunya bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bahwa selang waktu antara selesainya beliau makan sahur dengan permulaan shalat subuh adalah (selama bacaan) 50 ayat yang sedang (tidak panjang dan tidak pendek). Hal ini dapat dipahami dalam hadits Zaid bin Tsabit riwayat Bukhary-Muslim,

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِيْنَ آيَةٍ

Kami bersahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam kemudian kami berdiri untuk shalat. Saya (Anas bin Malik) berkata, ‘ Berapa jarak antara keduanya (antara sahur dan adzan) ?’ Ia (Zaid bin Tsabit) menjawab, ‘ Lima puluh ayat. ’ .

Berkata Imam An-Nawawy dalam Syarh Shahîh Muslim (7/169), “Hadits ini menunjukkan sunnahnya mengakhirkan sahur.”

Lihat Ihkamul Ahkam 3/334 karya Ibnu Daqiqil ‘Ied, Al-I’lam 5/192-193 karya Ibnul Mulaqqin dan Fathul Bary 4/128 karya Ibnu Hajar.

Sebagian orang ada yang meninggalkan sahur dan makan ditengah malam, yang seperti ini terluput dari sunnah. Dari Abi Said al-Khudri Radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

السُّحُورُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ.

Sahur itu penuh dengan barakah dan janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala dan para malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur. (HR. Ahmad dengan sanad hasan)

memperlambat berbuka puasa jelas tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam, bahkan yang disunnahkan adalah mempercepat buka puasa ketika telah yakin waktunya telah masuk, karena manusia akan tetap berada dalam kebaikan selama ia mempercepat buka puasa, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam dalam hadits Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy radhiyallahu ‘anhu riwayat Bukhary-Muslim,
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ

Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam menjadikan mempercepat buka puasa sebagai sebab nampaknya agama ini, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menegaskan,

لاَ يَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لَأَنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُوْنَ

Agama ini akan terus-menerus nampak sepanjang manusia masih mempercepat buka puasa, karena orang-orang Yahudi dan Nashara mengakhirkannya.” Hadits hasan, dikeluarkan oleh Abu Daud no. 2353, An-Nasa`i dalam Al-Kubra` 2/253 no. 2313, Ahmad 2/450, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan no. 3503 dan 3509, Hakim 1/596, Al-Baihaqy 4/237 dan Ibnu ‘Abdil Bar dalam At-Tamhîd 20/23.

9. Menjadikan Imsak Sebagai Batasan Sahur
Sering kita mendengar tanda-tanda imsak, seperti suara sirine, ayam berkokok, beduk, yang terdengar sekitar seperempat jam sebelum adzan. Tentunya hal ini merupakan kesalahan yang sangat besar dan bid’ah (perkara baru) sesat yang sangat bertolak belakang dengan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam yang mulia.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”. [ Al-Baqarah: 187 ]

Dan juga hadits Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,

إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى تَسْمَعُوْا تَأْذِيْنَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُوْمٍ

Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari maka makanlah dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.”

Maksud hadits ini bahwa adzan itu dalam syariat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam ada dua kali: adzan pertama dan adzan kedua. Pada adzan pertama, seseorang masih boleh makan sahur dan batasan terakhir untuk sahur adalah adzan kedua yaitu adzan yang dikumandangkan untuk shalat subuh.

Dalam hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata,”Berapa lama jarak antara iqomah dan sahur kalian?” Kemudian Zaid berkata,”Sekitar 50 ayat”. (HR. Bukhari dan Muslim). Lihatlah berapa lama jarak antara sahur dan iqomah? Apakah satu jam?! Jawabnya: Tidak terlalu lama, bahkan sangat dekat dengan waktu adzan shubuh yaitu sekitar membaca 50 ayat Al Qur’an (sekitar 10 atau 15 menit).

Jadi jelaslah bahwa batas akhir makan sahur sebenarnya adalah pada adzan kedua yaitu adzan untuk shalat subuh, dan dari hal ini pula dapat dipetik/diambil hukum terlarangnya melanjutkan makanan yang sisa ketika sudah masuk adzan subuh, karena kata hatta (sampai) dalam ayat Al-Qur`an bermakna ghayah, yakni akhir batasan waktu.

10. Tidak Berniat Sejak Malam Hari

Juga termasuk sangkaan yang salah dari sebagian kaum muslimin bahwa berniat untuk berpuasa Ramadhan hanyalah pada saat makan sahur saja, padahal yang benar dalam tuntunan syariat bahwa waktu berniat itu bermula dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Ini berdasarkan perkataan Ibnu ‘Umar dan Hafshah radhiyallahu ‘anhum yang mempunyai hukum marfu’ (seperti ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam) dengan sanad yang shahih,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Siapa yang tidak berniat puasa sejak malamnya, maka tidak ada puasa baginya.” Lihat jalan-jalan hadits ini dalam Irwa`ul Ghalil no. 914 karya Syaikh Al-Albany.

Kata Al-Lail (malam) dalam bahasa Arab berarti waktu yang dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar.

11. Do’a Ketika Berbuka “Allahumma Laka Shumtu”

Ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan hal ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta oleh para ulama pakar hadits. (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy).
Do’a yang dianjurkan ketika berbuka adalah,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

12. Dzikir Jama’ah dengan Dikomandoi dalam Shalat Tarawih dan Shalat Lima Waktu

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah tatkala menjelaskan mengenai dzikir setelah shalat, “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dizkir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama’ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11/189).

13. “Ash Sholaatul Jaami’ah” untuk Menyeru Jama’ah dalam Shalat Tarawih

Ulama-ulama hanabilah berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan “Ash Sholaatul Jaami’ah”. Menurut mereka, ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9634, Asy Syamilah)

14. Bubar Terlebih Dahulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.

15. Tidak Mengerjakan Shalat Kecuali Di Bulan Ramadhan.

Ini merupakan kesalahan paling fatal dan dosa paling buruk. Barangsiapa yang meninggalkan shalat setelah bulan Ramadhan berarti telah menghancurkan bangunannya dan menguraikan benang yang sudah dipintal dengan kuat. Allah ta’ala berifrman:

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. (QS. an-Nahl: 92)

Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ.

(Batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat. (HR. Muslim)

Beliau Shallalahu 'alaihi wa Sallam juga bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.

Perjanjian antara kami (kaum muslimin) dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir. (HR. at-Tirmidzi, an-Nasa`i dan Ibnu Majah)

Yang sungguh mengherankan, ada yang berpuasa tapi tidak shalat….!! Padahal orang yang tidak shalat tidak ada kewajiban puasa baginya, karena dia kafir, sebagaimana dalam hadits yang lalu dan syarat seluruh ibadah adalah islam sebagaimana yang sudah maklum.

16. Lalai dari tujuan utama puasa dan hikmah-hikmahnya.

Puasa memiliki maksud dan tujuan, diantaranya apa yang disebutkan Allah ta’ala dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. al-Baqarah: 183)

Tujuan dari puasa ini adalah ketakwaan, bukan hanya sekedar menahan diri dari makanan, minuman dan nafsu, karena Allah ta’ala tidak butuh puasa yang seperti ini, sebagaimana sabda Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ.

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan keji dan dusta serta melakukannya, maka Allah tidak butuh dengan puasanya. (HR. al-Bukhari)

Bahkan puasa yang benar dapat mencegah perbuatan maksiat, sebagaimana sabda Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ.

Puasa bagaikan perisai, janganlah berkata keji dan kotor dengan berbuat jahil … (HR. Muttafaqun ‘alaih)

Terkadang Anda melihat sebagian orang berpuasa, tapi tidak meninggalkan perbuatan haram, seperti kedzaliman, permusuhan, hasad dan dengki, ghibah dan namimah (menggunjing orang dan mengadu domba) serta perkataan jorok/kotor.

Diantara tujuan puasa:

a. Meraih pahala yang besar dan memperoleh ganjaran yang banyak, sebagaimana dalam hadits qudsi Allah berfirman:

الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ.

Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikannya pahala. (HR. Muttafaqun ‘alaih)

Ini menunjukkan besarnya pemberian, karena Allah yang Maha Mulia, apabila menyatakan: ‘Aku yang memberikannya secara langsung’, menunjukkan besarnya pemberian.

b. Penghapus dosa. Sebagaimana sabda Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni apa yang telah lalu dari dosanya. (HR. Muttafaqun ‘alaih)

c. Membiasakan ta’at kepada perintah Allah ta’ala, dan perintah Rasul-Nya Shallalahu 'alihi wa Sallam dan berlatih meninggalkan hal-hal yang disukai untuk meraih ridha Allah ta’ala.

Hikmah puasa:

1. Merasakan sakitnya lapar dan haus. Sehingga tidak melupakan fakir miskin.

2. Mempersempit ruang gerak setan, karena setan bergerak pada aliran darah manusia, sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam apabila seorang hamba berpuasa, urat-uratnya mempersempit gerak setan, pengaruh dan bisikannya menjadi lemah.

Laa ilaaha illallah, betapa banyak hikmah dan rahasia dibalik puasa yang kita lalaikan! Segala puji bagi Allah yang mensyariatkannya sebagai rahmat bagi hamba-hambanya, perbuatan baik bagi mereka, dan sebagai pelindung dari keburukan.

17. Memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, seperti sedekah, shalat, mengaji dan berbagai macam keta’atan di bulan Ramadhan, tapi dia jauh dari semua itu pada selain bulan Ramadhan !!

Sesungguhnya Tuhannya bulan itu satu, dan memerintahkan manusia untuk selalu beribadah kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman:

Hai manusia, sembahlah Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (QS. al-Baqarah: 21)

Dan sebagaimana Nabi Isa 'Alaihissallam berkata:

Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. (QS. Maryam: 31)

Dan Allah berfirman:

Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. al-Hijr: 99)

Sebagian salaf berkata: Sejelek-jelek kaum adalah yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.

Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

أَحَبُّ اْلأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ.

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus walaupun sedikit. (HR. Mutaafaqun ‘alaih)

Sebagian orang antusias dalam ketaatan pada permulaan bulan kemudian melemah dipertengahan atau akhir bulan!

18. Berpaling dari mempelajari hukum-hukum puasa, adab, syarat dan pembatal-pembatalnya, dengan tidak menghadiri majlis-majlis ta’lim, tidak bertanya tentang masalah puasa, dan dia berpuasa dalam keadaan jahil, atau mungkin melakukan perbuatan yang dapat membatalkan puasanya sedang dia tidak mengetahui.

Allah ta’ala berfirman:

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui. (QS. an-Nahl: 43)

Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.

Barangsiapa melakukan amalan yang tidak didasari perintah kami, maka ia tertolak. (HR. Muslim)

Dan Nabi  Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

Menuntut ilmu adalah kewajban bagi setiap muslim. (HR. al-Baihaqi)

19. Menyia-nyiakan waktu puasa dan malam harinya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat,

Bahkan terkadang dengan sesuatu yang haram atau membahayakan, sebagian orang banyak tidur di siang hari dan tidaklah bangun kecuali menjelang berbuka puasa, barangsiapa yang banyak tidur maka dia terluput dari berbagai macam kebaikan, sebagian lainnya menghabiskan waktunya dengan menonton sinetron dan telenovela yang di dalamnya banyak wanita yang bertabarruj serta pemandangan yang menyelisihi adab dan syariat, sebagian orang tidak meninggalkan berbagai pertandingan dan permainan dan mungkin saling bertaruhan sehingga termasuk judi yang diharamkan. Ada yang begadang dengan bermain kartu atau ngobrol yang tidak bermanfaat sehingga terjatuh pada sesuatu yang haram seperti: ucapan kotor, ghibah dan namimah. Ada yang begadang dengan bernyanyi mempergunakan alat musik di bulan Qur`an!! Ada pula yang mondar-mandir di mall-mall atau jalanan. Dan kebanyakan wanita tidur sampai siang hari kemudian bangun mengerjakan tugas rumah dan dapur sampai maghrib kemudian setelah berbuka puasa sibuk mendatangi dan duduk-duduk di mall-mall sampai larut malam!!

Apa yang mereka ambil dari kebaikan bulan Ramadhan ?! Apa yang mereka peroleh dari waktu-waktunya ?! Dimana mereka dari petunjuk Rasulullah n di bulan yang penuh berkah ini, yang mana beliau n bersungguh-sungguh pada bulan ini, melebihi yang lainnya, dan malaikat Jibril p memuroja’ah beliau al-Qur`an setiap malam. Beliau beri’tikaf di masjid dan berpaling dari urusan dunia pada sepuluh hari terakhir dan sangat dermawan di bulan ini, dan menguatkan kaum muslimin untuk mengasihi para janda dan anak yatim, menyambung silaturrahim, memuliakan tetangga dan berbagai macam ketaatan.

Demikianlah seorang muslim hendaknya meneladani Rasulnya ,Shallalahu 'alaihi wa Sallam sehingga memperbanyak membaca al-Qur`an, mentadabburi makna dan membaca tafsirnya, karena tidaklah cukup hanya sekedar membaca tanpa mengetahui maknanya bagi orang yang baligh dan mukallaf. Antusias mengikuti pelajaran dan majlis al-Qur`an dan al-Hadits, mendengarkan kaset yang bermanfaat, membaca kitab-kitab fiqih dan hadits, bersungguh-sungguh dalam amal shalih, kebaikan dan ketakwaan. Dan ini bukan hanya sekedar di bulan Ramadhan, akan tetapi di bulan Ramadhan ini hendaknya seorang mukmin memperbanyak amalannya.

20. Memperbanyak makanan dan minuman serta berlebih-lebihan dengan beraneka ragam jenis makanan,

Hal ini dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang baik pencernaannya sehingga merasa berat untuk beribadah dan malas shalat dan membaca al-Qur`an. Ada yang mengatakan barangsiapa yang makan, minum dan tidurnya banyak dia luput dari berbagai macam kebaikan. Nabi n bersabda:

مَا مَلأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسَبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ فَاعِلاً فَثُلُثُ لِطَعَامِهِ وَثُلُثُ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.

Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia kecuali perutnya, karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya, kalaupun dia ingin makan, maka hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya. (HR. Ahmad, an-Nasa`i dan at-Tirmidzi)

Sebagian salaf berkata: Allah menggabungkan tentang seluruh kesehatan pada separuh ayat yaitu firman Allah ta’ala :

Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf: 31)

Barangsiapa yang berlebih-lebihan dalam makan dan minum dia telah lalai dari salah satu hikmah puasa yaitu menghindarkan tubuh dari pengaruh makanan dan minuman yang bisa memberatkan tubuh.

21. Berpaling dari memahami dan mentadabburi al-Qur`an.

Kebanyakan kaum muslimin membaca al-Qur`an dengan tidak memahami apa yang mereka baca, bahkan terlintas olehnya hukum-hukum syar’iyah, dalil-dalil Qur`aniyyah, nasehat-nasehat yang agung dan perumpamaan-perumpamaan yang jelas sedangkan dia tidak mengetahui apa yang melintasinya! Tidak juga mengetahui makna kitab Allah kepadanya! Allah ta’ala berfirman:

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shad: 29)

Dan Allah ta’ala mencela orang-orang yang berpaling dari mentadabburi al-Qur`an dalam firman-Nya:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24)

Allah ta’ala berfirman:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an? kalau kiranya al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. an-Nisa`: 82)

Dan Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya ini merupakan sifat kebanyakan orang Yahudi, Allah ta’ala berfirman:

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. (QS. al-Baqarah: 78)

Abu Ja’far Ibnu Jarir ath-Thabari berkata: Maksud firman-Nya ( لا يعلمون الكتاب ) tidak mengetahui apa-apa yang ada di dalam kitab yang diturunkan oleh Allah, dan tidak mengetahui apa-apa yang Allah tetapkan dari batasan, hukum dan kewajiban seperti kondisi para binatang.

Abu Abdirrahman as-Sulami berkata: Orang-orang yang membacakan kepada kami al-Qur`an telah memberitakan, bahwasanya mereka apabila mempelajari sepuluh ayat, mereka tidak melanjutkannya sampai mengetahui kandungan ilmu lalu mengamalkannya, beliau berkata: kami mempelajari al-Qur`an, ilmu dan mengamalkannya.

22a. Kebanyakan orang tua melalaikan anak-anaknya. Mereka tidak menganjurkan anak-anaknya berpuasa dengan berdalih mereka masih kecil, masih belum mampu berpuasa, dan ini menyelisihi para salaf as-Shalih dari kalangan para sahabat dan setelahnya.

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ar-Rabi’ binti Mu’awidz berkata:

فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدُ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ، حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ اْلإِفْطَارِ.

Kami berpuasa dan memerintahkan anak-anak kecil kami berpuasa, kami membuatkan mereka mainan dari bulu, apabila mereka menangis karena lapar kami berikan mainan itu kepadanya, sampai tiba waktu berbuka.

Dan dalam riwayat muslim:

فَإِذَا سَأَلُوْا الطَّعَامَ أَعْطَيْنَاهُمُ اللُّعْبَةَ تُلْهِيْهِمْ حَتَّى يُتِمُّوْا صَوْمَهُمْ.

Apabila mereka meminta makan, kami berikan mainan yang dapat menyibukkannya sehingga mereka dapat menyempurnakan puasanya.

Maksudnya; mereka membiasakan anak-anaknya berpuasa dan menyibukkan anak-anaknya dengan mainan dari bulu, mereka melakukan hal itu sebagai upaya melatih anak-anak mereka untuk berpuasa, anak kecil tidak disyaratkan berpuasa sehari penuh karena belum wajib, akan tetapi membiasakan mereka berpuasa sesuai kemampuannya.

22b. Sebagian wanita telah haidh diusia dini, sepuluh atau sebelas tahun sedangkan orang tuanya tidak memerintahkannya berpuasa dan meremehkan hal ini, ini merupakan kelalaian terhadap hukum-hukum syariat, karena haidh merupakan tanda-tanda baligh, kapan wanita itu haidh maka telah baligh, dan telah berlaku baginya pena kebaikan dan kejahatan, serta wajib untuk melaksanakan ibadah.

Tanda-tanda baligh:

a. Keluar air mani karena mimpi atau yang lainnya.

b. Tumbuhnya bulu kemaluan.

c. Mencapai usia lima belas tahun.

d. Haidh bagi wanita.

Kapan terdapat salah satu tanda-tanda itu maka telah menjadi mukallaf.

23. Menganggap Bahwa Puasa Orang yang Junub (Atau yang Semakna Dengannya) Tidak Sah Bila Bangun Setelah Terbitnya Fajar dan Belum Mandi
Yang dimaksud dengan orang yang junub di sini adalah orang yang junub secara umum, mencakup junub karena mimpi atau karena melakukan hubungan suami-istri, dan yang semakna dengannya adalah perempuan yang haidh atau nifas. Apabila mereka bangun setelah terbitnya fajar maka tetap boleh untuk berpuasa dan puasanya sah. Hal tersebut berdasarkan hadits ‘Aisyah dan Ummu Salamah riwayat Bukhary-Muslim,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ لاَ مِنْ حُلْمٍ ثُمَّ لاَ يُفْطِرُ وَلاَ يَقْضِيْ

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam memasuki waktu shubuh dalam keadaan junub karena jima’ bukan karena mimpi kemudian beliau tidak buka dan tidak pula meng-qadha` (mengganti) puasanya.

24. Menganggap Bahwa Muntah Membatalkan Puasa
Anggapan bahwa semua muntah merupakan hal yang membatalkan puasa adalah salah karena muntah itu ada dua macam:

Muntah dengan sengaja. Ini hukumnya membatalkan puasa. Imam Al-Khaththaby, Ibnul Mundzir dan lain-lainnya menukil kesepakatan di kalangan ulama tentang hal tersebut, walaupun Ibnu Rusyd menukil bahwa Imam Thawus menyelisihi mereka.
Muntah yang tidak disengaja. Ini hukumnya tidaklah membatalkan puasa, dan ini merupakan pendapat jumhur ulama.

Hal di atas berdasarkan perkataan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang mempunyai hukum marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihiwasallam) , beliau berkata,

مَنِ اسْتَقَاءَ وَهُوَ صَائِمٌ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَمَنَ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ الْقَضَاءُ

Siapa yang sengaja muntah dan ia dalam keadaan berpuasa maka wajib atasnya membayar qadha’ dan siapa yang dikuasai oleh muntahnya (muntah dengan tidak disengaja) maka tidak ada qadha’ atasnya.” Dikeluarkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa` no. 673, Imam Syafi’iy dalam Al-Umm 7/252, ‘Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf no. 7551 dan Ath-Thahawy dalam Syarh Ma’ani Al-Atsar 2/98 dengan sanad shahih di atas syarat Bukhary-Muslim.

Lihat Al Mughny 3/17-119, Al Majmu’ 6/319-320, Bidayatul Mujtahid 1/385 karya Ibnu Rusyd, Ma’alim As-Sunan 3/261 karya Al Khaththaby, ‘Aunul Ma’bud 7/6, Nailul Authar 4/204, Fathul Bary 4/174, Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam 1/395-404 dan Al-Fath Ar-Rabbany 10/44-45.

25. Menganggap Bahwa Makan dan Minum Dalam Keadaan Lupa Membatalkan Puasa

Anggapan ini tidaklah benar, berdasarkan hadits Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Bukhary-Muslim,

مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ

Barangsiapa yang lupa bahwa ia dalam keadaan berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaknya ia tetap menyempurnakan puasanya (tidak berbuka), karena Allah-lah yang telah memberinya makan dan minum.

Dari hadits ini menunjukkan bahwa siapa yang berpuasa lalu makan dan minum dalam keadaan lupa maka tidaklah membatalkan puasanya. Ini merupakan pendapat jumhur ulama.

Lihat Al Majmu’ 6/324 karya Ibnu Qudamah, Syarh Muslim 8/35 karya Imam Nawawy, Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam 1/457-462 karya Ibnu Taimiyah, Al-I’lam 5/203-204 karya Ibnul Mulaqqin, Fathul Bary 4/156-157 karya Ibnu Hajar, Zadul Ma’ad 2/59 karya Ibnul Qayyim dan Nailul Authar 4/206-207 karya Asy-Syaukany.

26. Menganggap Bahwa Bersuntik Membatalkan Puasa

Bersuntik bukanlah hal yang membatalkan puasa, sehingga hal itu bukanlah sesuatu yang terlarang selama suntikan itu tidak mengandung sifat makanan dan minuman seperti suntikan vitamin, suntikan kekuatan, atau infus. Dibolehkannya hal ini karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa bersuntik dapat membatalkan puasa.

Lihat Fatawa Ramadhan 2/485-486.

27. Merasa Ragu Mencicipi Makanan


Boleh mencicipi makanan dengan menjaga jangan sampai masuk ke dalam tenggorokan kemudian mengeluarkannya.

Hal ini berdasarkan perkataan ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang mempunyai hukum marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘ alaihi wa alihi wa sallam ), yang lafazhnya,

لاَ بَأْسَ أَنْ يَذُوْقَ الْخَلَّ أَوِ الشَّيْءَ مَا لَمْ يَدْخُلْ حَلْقَهُ وَهُوَ صَائِمٌ

Tidaklah mengapa orang yang berpuasa merasakan cuka atau sesuatu (yang ingin ia beli) sepanjang tidak masuk ke dalam tenggorokan dan ia (dalam keadaan) berpuasa.” Dikeluarkan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/304 no. 9277-9278, Al Baghawy dalam Al-Ja’diyyat no. 8042 dan disebutkan oleh Imam Bukhary dalam Shahîh -nya 4/132 ( Fathul Bary ) secara mu’allaq dengan shighah jazm dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Irwa`ul Ghalil 4/85-86.

Berkata Imam Ahmad, “Aku lebih menyukai untuk tidak mencicipi makanan, tetapi bila orang itu harus melakukannya namun tidak sampai menelannya, maka tidak ada masalah baginya.” Lihat Al-Mughny 4/359.

Berkata Ibnu Aqaîl Al-Hambaly, “Hal tersebut dibenci bila tak ada keperluan, namun bila diperlukan, tidaklah mengapa. Akan tetapi, bila ia mencicipinya lalu masuk ke dalam tenggorokan, hal itu dapat membatalkan puasanya, dan bila tidak masuk, tidaklah membatalkan puasa.” Lihat Al-Mughny 4/359.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Ikhtiyarat hal. 108, “Adapun kalau ia merasakan makanan dan mengunyahnya atau memasukkan ke dalam mulutnya madu dan menggerakkannya maka itu tidak apa-apa kalau ada keperluan seperti orang yang kumur-kumur dan menghirup air.”

Lihat Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam 1/479-481 bersama ta’liq-nya.

28. Meninggalkan Berkumur-Kumur dan Menghirup Air ke Dalam Hidung Ketika Berwudhu

Berkumur-kumur dan menghirup air (ke hidung) ketika berwudhu adalah perkara yang disyariatkan pada setiap keadaan, baik saat berpuasa maupun tidak. Karena itulah kesalahan yang besar apabila hal tersebut ditinggalkan. Tapi perlu diketahui bahwa pembolehan berkumur-kumur dan menghirup air ini dengan syarat tidak dilakukan bersungguh-sungguh atau berlebihan sehingga mengakibatkan air masuk ke dalam tenggorokan, sebagaimana dalam hadits Laqîth bin Saburah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa allihi wa sallam bersabda,

وَبَالِغْ فِي الْإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا

Dan bersungguh-sungguhlah engkau dalam menghirup air (kedalam hidungnya) kecuali jika engkau dalam keadaan berpuasa.” Hadits shahih. Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah 1/18 dan 32, Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa no. 80, Ath-Thayalisy no. 1341, Asy-Syafi’iy dalam Al-Umm 1/27, Abu Daud no. 142, Tirmidzy no. 788, Ibnu Majah no. 407, An-Nasa`i no. 87 dan Al-Kubra no. 98, Ibnu Khuzaimah no. 150 dan 168, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan no. 1054, 1087 dan 4510, Al-Hakim 1/248 dan 4/123, Al-Baihaqy 1/76, 4/261 dan 6/303, Ath-Thabarany 19/216 no. 483 dan dalam Al-Ausath no. 7446, Ibnu Abdil Bar dalam At-Tamhîd 18/223, Ar-Ramahurmuzy dalam Al-Muhaddits Al-Fashil hal. 579, dan Bahsyal dalam Tarikh Wasith hal. 209-210.

Adapun mulut sama hukumnya dengan hidung dan telinga di dalam berwudhu yakni tidak membatalkan puasa bila disentuh dengan air, bahkan tidak terlarang berkumur-kumur saat matahari sangat terik selama air tersebut tidak masuk ketenggorokan dengan disengaja. Dan hukum menghirup air ke hidung sama dengan berkumur-kumur.

Lihat Fathul Bary 4/160, Nailul Authar 4/310, Al-Fath Ar-Rabbany 10/38-39, Syarhul Mumti’ 6/406 karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dan Fatawa Ramadhan 2/536-538.

29. Menganggap Bahwa Mandi dan Berenang atau Menyelam Dalam Air Membatalkan Puasa

Anggapan tersebut salah sebab tidak ada dalil yang mengatakan bahwa berenang atau menyelam itu membatalkan puasa sepanjang dia menjaga agar air tidak masuk ke dalam tenggorokannya.

Berkata Imam Ahmad dalam kitab Al-Mugny Jilid 4 hal 357, “Adapun berenang atau menyelam dalam air dibolehkan selama mampu menjaga sehingga air tidak tertelan.”

Berkata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, “Tidak apa-apa orang yang berpuasa menceburkan dirinya ke dalam air untuk berenang karena hal tersebut bukanlah dari perkara-perkara yang merupakan pembatal puasa. Asalnya (menyelam dan berenang) adalah halal sampai tegak (baca: ada) dalil yang menunjukkan makruhnya atau haramnya dan tidak ada dalil yang menunjukkan haramnya dan tidak pula ada yang menunjukkan makruhnya. Dan sebagian para ‘ulama menganggap hal tersebut makruh hanyalah karena ditakutkan akan masuknya sesuatu ketenggorokannya dan ia tidak menyadari.”

Ini juga merupakan pendapat Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyah, dan lain-lainnya.

Lihat Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam 1/387 dan 471, Al-Muhalla 6/225-226 karya Ibnu Hazm dan Fatawa Ramadhan 2/524-525.

30. Menganggap Bahwa Menelan Ludah Membatalkan Puasa

Boleh menelan ludah bagi orang yang berpuasa bahkan lebih dari itu juga boleh mengumpulkan ludah dengan sengaja di mulut kemudian menelannya.

Berkata Ibnu Hazm, “Adapun ludah, sedikit maupun banyak tidak ada perbedaan pendapat (di kalangan ulama) bahwa sengaja menelan ludah tersebut tidaklah membatalkan puasa. Wa Billahi Taufiq.”

Berkata Imam An-Nawawy dalam Al-Majmu’ 6/317, “Menelan ludah tidaklah membatalkan puasa menurut kesepakatan (para ulama).”

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Syarhul ‘Umdah 1/473, “Dan Apa-apa yang terkumpul di mulut dari ludah dan semisalnya apabila ia menelannya tidaklah membatalkan puasa dan tidak dianggap makruh. Sama saja apakah ia menelannya dengan keinginannya atau ludah tersebut mengalir ketenggorokannya di luar keinginannya ….”

Adapun dahak tidak membatalkan puasa karena ludah dan dahak keluar dari dalam mulut, hal itu apabila ludah belum bercampur dengan rasa makanan dan minuman.

Lihat Syarhul Mumti’ 6/428-429 dan Syarhul ‘Umdah 1/476-477.

31. Menganggap Bahwa Mencium Bau-Bauan yang Menyenangkan Membatalkan Puasa

Mencium bau-bauan yang enak atau harum adalah suatu hal yang dibolehkan, apakah bau makanan atau parfum dan lain-lain. Karena tidak ada dalil yang melarang.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al-Ikhtiyarat hal. 107, “Dan mencium bau-bauan yang wangi tidak apa-apa bagi orang yang puasa.”

32. Menghabiskan Waktu dengan Perbuatan dan Perkataan Sia-Sia


Sebagaimana hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dikeluarkan oleh Imam Bukhary dan lainnya,

مَنْ لَمْ يَدْعُ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ada hajat (pada amalannya) ia meninggalkan makan dan minumannya.”

Juga dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang hasan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam menegaskan,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

Bukanlah puasa itu (menahan) dari makan dan minumannya (semata), puasa itu adalah (menahan) dari perbuatan sia-sia dan tidak berguna.

Hadits ini menunjukkan larangan untuk berkata sia-sia, dusta, serta beramal dengan pekerjaan yang sia-sia.

Dan juga dalam hadits Abu Hurairah riwayat Bukhary dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam menyatakan,

إِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ سَابَّهُ فَلْيَقُلْ إِنَّيْ صَائِمٌ

Apabila ada orang yang mencelanya, hendaklah ia berkata, ‘ Sesungguhnya saya ini berpuasa .’ .”

33. Menyibukkan Diri dengan Pekerjaan Rumah Tangga di Akhir Bulan Ramadhan

Menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah tangga, sehingga melalaikannya dari ibadah pada akhir bulan Ramadhan, khususnya sepuluh hari terakhir, adalah hal yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yang seharusnya, pada sepuluh hari terakhir, kita lebih menjaga diri dengan memperbanyak ibadah.

34. Membayar Fidyah Sebelum Meninggalkan Puasa

Membayar fidyah sebelum meninggalkan puasa, seperti wanita yang sedang hamil enam bulan yang tidak akan berpuasa di bulan Ramadhan, lalu membayar fidyah 30 hari sekaligus saat sebelum Ramadhan atau di awal Ramadhan, tentunya adalah perkara yang salah, karena kewajiban membayar fidyah dibebankan kepada seseorang apabila ia telah meninggalkan puasa, sedangkan ia belum meninggalkan puasa di awal Ramadhan, sehingga belum wajib baginya membayar fidyah.

35. Menganggap Bahwa Darah yang Keluar dari Dalam Mulut Dapat Membatalkan Puasa

Darah yang keluar dari dalam mulut, selama tidak sampai ketenggorokan (tidak tertelan), maka tidak membatalkan puasa, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 2/214, “Tidak ada khilaf (perbedaan pendapat) dalam permasalahan ini, yakni darah yang keluar dari dalam mulut, selama tidak sampai ketenggorokan, maka tidak membatalkan puasa.”

Hal ini disebutkan pula oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Syarhul ‘Umdah 1/477.

Seandainya ada khilaf ‘perbedaan pendapat’ dalam masalah ini, maka pendapat yang kuat yakni tidak membatalkan puasa. Adapun kalau darah itu keluar dari dalam mulut kemudian ditelan dengan sengaja, maka hal ini dapat membatalkan puasa, ini sebagaimana keumuman nash-nash yang ada.

Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan para ulama di zaman sekarang.

Lihat Syarhul ‘Umdah 9/477, Fatawa Ramadhan 2/460, Syarhul Mumti’ 6/429.

36. Perayaan Nuzulul Qur’an

Perayaan Nuzulul Qur’an sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan,

لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ

Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.

Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)

37. Membayar Zakat Fithri dengan Uang

Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz mengatakan, “Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat –radhiyallahu ‘anhum- akan menukil berita tersebut. Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari’at lainnya dinukil (sampai pada kita). “. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 14/208-211)

38. Tidak Mau Mengembalikan Keputusan Penetapan Hari Raya kepada Pemerintah

Al Lajnah Ad Da’imah, komisi Fatwa di Saudi Arabia mengatakan, “Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat (tentang penetapan 1 Syawal), maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya.” (Fatawa no. 388)

Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, sifat ‘afaf (menjauhkan diri dari hal yang tidak diperbolehkan) dan memberikan kita kecukupan. Semoga Allah memperbaiki keadaan setiap orang yang membaca risalah ini.

Wallahu Ta’ala A’lam Wa Fauqa Kulli Dzî ‘Ilmin ‘Alîm .

tulisan ini diambil dari:
http://an-nashihah.com/?p=36
http://abusalma.wordpress.com/2009/08/21/seputar-kesalahan-di-bulan-ramadhan/
http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2679-membedah-kesalahan-kesalahan-di-bulan-ramadhan.html
dengan adanya perubahan