2. Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid'ah, dan tiap bid'ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim) Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku

Rabu, 10 April 2013

1Q


Intelegensi sering kita artikan sebagai kemampuan dalam memahami sesuatu. Dan tingkat intelegensia masing-masing individu tentunya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dan perkembangan intelegensi serta tingkatan intelegensia juga semakin bertambah dan berubah sesuai dengan tingkatan umur seseorang.

Pengertian intelegensia adalah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru, dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. Demikian definisi intelegensi menurut William Stern. Pendapatnya selanjutnya mengenai hal ini adalah intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan, pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada tingkatan intelegensi seseorang.

Faktor Yang Mempengaruhi Intelegensia

Sedangkan menurut Breckenridge dan Vincent, intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk belajar, menyesuaikan diri dan memecahkan masalah baru. Sedangkan ahli lainnya yaitu K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.

Ada beberapa hal dan faktor yang mempengaruhi intelegensia seseorang dan faktor tersebut antara lain adalah :

    Faktor Genetik. Faktor keturunan menyumbang peranan besar dalam mempengaruhi tingkat intelegensi seseorang. Tingkat kecerdasan orang ini dipengaruhi juga oleh gen orang tua. Teori konvergensi mengemukakan bahwa anak yang lahir telah mempunyai potensi kecerdasan bawaan, tetapi potensi tersebut tidak dapat berkembang dengan baik tanpa mendapat pendidikan dan latihan atau sentuhan dari lingkungan dengan baik dan optimal pula.
    Faktor Gizi Nutrisi. Gizi nutrisi juga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan orang. Yang perlu digaris bawahi adalah kebutuhan akan makanan bernilai gizi tinggi (gizi yang seimbang) terutama yang besar pengaruhnya pada perkembangan intelegensi dan uga fungsi intelektual ketika pada fase prenatal (anak dalam kandungan) hingga menginjak usia balita, sedangkan usia diatas lima tahun pengaruhnya tidak terlalu signifikan lagi. Untuk itulah agar anak kita cerdas maka penuhilah kebutuhan akan gizi nutrisi sebaik mungkin pada masa-masa di atas tadi.
    Faktor Pembentukan. Yang dimaksud dengan pembentukan di sini adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Dan hal ini bisa diwujudkan dengan pendidikan dan latihan yang bersifat kognitif. Karena hal ini akan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi fungsi intelektual seseorang.
    Minat Bakat Yang Khas. Minat akan bisa mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri setiap manusia mempunyai dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar. Dan inilah juga bisa mempengaruhi kecerdasan seseorang bila dibina dan dikembangkan secara tepat.
    Faktor Kematangan. Faktor yang mempengaruhi intelegensi ini adalah menurut Ngalim Purwanto (1986). Piaget (seorang psikolog dari Swiss) membuat empat tahapan kematangan dalam perkembangan intelektual, yaitu : Periode sensori motorik (0-2 tahun), Periode pra operasional (2-7 tahun), Periode operasional konkrit (7-11 tahun) dan Periode operasional formal (11-16 tahun). Hal tersebut membuktikan bahwa semakin bertambah usia seseorang, intelektualnya makin berfungsi dengan sempurna. Ini berarti faktor kematangan mempengaruhi struktur intelektual, sehingga menimbulkan perubahan-perubahan kualitatif dari fungsi intelektual dan fungsi kecerdasan. Yaitu kemampuan menganalisis (memecahkan suatu permasalahan yang rumit) dengan baik.

Kemampuan intelegensi atau kemampuan kecerdasan ini dalam masyarakat kita mengenalnya dengan istilah kemampuan intelektual atau pun kemampuan akademik. Dan kemampuan akademik seseorang akan mempengaruhi seseorang di masa mendatang ketika mencari pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan kemampuan intelektual yang dimilikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar